Bagaimana Jika Peserta BPJS Meninggal Dunia?

peserta bpjs meninggal dunia

Setiap Warga Negara Indonesai diwajibkan mendaftarkan diri dan anggota keluarganya ke BPJS Kesehatan untuk mendapatkan jaminan sosial ketika sedang sakit. Daftarlah di kelas dengan iuran sesuai dengan kemampuan, jika memang tidak mampu maka bisa mendaftar menjadi peserta PBI.

Setiap peserta yang terdaftar memiliki kewajiban membayar iuran rutin berdasarkan kelas yang dipilih, untuk kelas 1 iurannya Rp 80 ribu , untuk kelas 2 iurannya Rp 51.000 dan untuk kelas 3 iurannya Rp25.500 . Harus dibayar sebelum tanggal 10 setiap bulannya agar kartu bpjs bisa digunakan sewaktu waktu.

Keanggotaan peserta BPJS Kesehatan tidak bisa dihentikan kecuali jika anda tidak membayar iuran (telat) minimal 1 bulan maka status kepesertaan akan di nonaktifkan dan anda tetap akan mendapatkan tagihan iuran bulanan. Ketika ingin menggunakan BPJS peserta harus melunasi iuran tertunggak.

Kecuali, jika peserta meninggal dunia. Peserta yang meninggal dunia status kepesertaannya akan dihentikan dan tidak akan menerima tagihan. Itupun jika pihak keluarga melaporkan bahwa peserta yang bersangkutan meninggal dunia, lapor ke kantor BPJS Kesehatan dengan membawa :

  1. Surat Keterangan Kematian,
  2. bukti pembayaran bulan terakhir
  3. kartu asli peserta yang bersangkutan.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply