Bagaimana Jika Peserta BPJS Kesehatan Meninggal Dunia

peserta bpjs meninggal dunia
peserta bpjs meninggal dunia

peserta bpjs meninggal dunia

Ada yang bertanya, bagaimana Ketika salah seorang Peserta BPJS Kesehatan Meninggal Dunia? Apakah ada kompensasi dari BPJS melihat dari dana yang telah masuk oleh peserta tersebut? layaknya program asuransi lainnya yang pada kurun waktu tertentu dana yang di sudah dikumpulkan untuk membayar premi akan dikembalikan.

Luruskan lagi niat kita, program BPJS Kesehatan yang diselenggarakan pemerintah ini seperti halnya subsidi silang, yaitu dana yang masuk akan digunakan untuk membiayai peserta BPJS Kesehatan yang sakit dikala itu. Sistem saling bantu membantu dan gotong royong menjadi konsep program yang dijalankan BPJS.

Itulah bedanya BPJS Kesehatan dengan Program Asuransi Swasta lain. Maka dari itu biaya premi yang dikeluarkan sebagai iuran bpjs dibayar bulanan dengan nominal yang terjangkau sesuai dengan kelas faskes yang di ambil.

Menjawab pertanyaan di atas. Karena BPJS kesehatan mennggunakan prinsip Gotong Royong, yaitu dengan cara peserta yang sehat membiayai peserta yang sakit, peserta yang mampu membiayai peserta yang kurang mampu. Dana yang telah di keluarkan tidak dikembalikan ketika peserta meninggal dunia.

Peserta BPJS Kesehatan meninggal apakah dapat santunan – BPJS Kesehatan tidak memberi santunan kepada peserta yang meninggal dunia, karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, iuran yang peserta tersebut bayarkan setiap bulan digunakan untuk mendanai peserta BPJS Kesehatan lainnya yang membutuhkan.

BPJS Kesehatan hanya menyediakan layanan pemulasaran jenazah dan pengantaran jenazah antar fasilitas kesehatan (bukan ke rumah duka).

Apabila dalam perawatan peserta BPJS Kesehatan meninggal dunia, maka biaya perawatannya di fasilitas kesehatan dapat menjadi tanggungan BPJS Kesehatan. Jika seorang peserta BPJS Kesehatan masuk rumah sakit karena kecelakaan, maka biaya perawatannya akan ditanggung oleh Jasa Raharja selaku penanggung pertama dan BPJS Kesehatan selaku penanggung kedua.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...


9 Comments

  1. Saya mohon penjelasannya tentang pendaftaran peserta BPJS secara online ( perorangan ), sebelumya saya mendaftarkan keluarga saya sesuai KK, jumlah anak saat itu 2 orang + istri yang sudah terdaftar, dan sekarang saya mau mendaftarkan anak ke 3 saya secara online…, namun ketika saya buka situs pendaftarannya dan saya masukkan no. KK saya, ( No.kk saya yang pertama sebagai nomor awal pendaftaran, tapi setelah anak ke 3 lahir saya sudah daftarkan ke KK saya tapi no KK berbeda ) ternyata no KK pertama yang ada data kepersertaan saya dan keluarga…, ;pertanyaan saya
    1.apakah swaktu mengurus anggota keluarga baru No KK bisa berubah atau tetap….., dan bagaimana prosedurnya ketika mendaftarkan anggota baru saya ke BPJS ?

  2. Ayah saya meninggal mei 2014 lalu, sampai sekarang belum melaporkan ke BPJS. Apakah harus membayar tunggakan BPJS nya karena belum melaporkan ke BPJS (Pembayaran terakhir April 2014). Saya sempat membaca di salah satu artikel yang menyatakan bahwa ” Peserta BPJS yang meninggal duniawajib melunasi iurannya hingga bulan tahun kematiannya yang dibuktikan dengan surat kematian”. Mohon info nya apakah pertanyaan tersebut bisa dijadikan acuan ke BPJS setempat?

  3. Istri sy meninggal, slanjutnya sy tdk bayar almh, kemudian ada tunngakan almh, lalu sy bayarkan, stelah dibayarkan tunggakan stelah kematian kabarnya dapat dikembalikannya? Tapi sy tanya petugas bpjs, hal pengembaliannya… Petugas bpjs bilang, knapa bpk tdk minta sesaat stelah bayar tunggakan, sistemnya begitu pa kata petugas bpjs nya. BPJS Bogor, jln A Yani. Trims

  4. Saya Hj. Sahari, saya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Perorangan dan sampai agustus kemarin iuran saya bayar Rp.80.000,- tapi bulan ini tiba-tiba tagihan saya naik sebesar Rp.160.000 dengan perincian jumlah peserta dua orang yaitu saya dengan suami saya H. Dolo, yang saya mau konfirmasi suami saya sudah 4 tahun meninggalnya sebelum saya mendaftar sebagai pesrta BPJS, kenapa sekarang tiba-tiba muncul namanya dibulan september ini, mohon bantuannya

  5. Suami sy meninggal tgl 27 okt’15 dan sy sdh laporkan k bpjs matraman bln januari 2016, kartu jg sdh ditarik. Selama ini tdk ada masala. Tp hr ini muncul tunggakan tagihan alm suami yg cukup besar (1 va tuk 1kk)…..bgm ini ????

  6. Alm. Ibu saya sudah meninggal sejak bulan Agustus 2015. Saya tidak mengurus laporan kematian ke BPJS karena kartu BPJS milik ibu saya diminta oleh pihak oleh rumah sakit tempatnya meninggal. Dan saya mengira sudah diurus sekalian. Apakah bisa melakukan pelaporan tanpa kartu BPJS nya?

  7. Mama saya anggota BPJS meninggal dunia November 2015 lalu.
    Hingga saat ini kami belum melaporkan kematian beliau ke kantor BPJS setempat.
    Bagaimana prosedur melapor kematian beliau?
    Apakah iuran yang tidak kami bayarkan sejak meninggal harus dilunasi hingga bulan ini?

    • Jika Peserta BPJS Kesehatan meninggal dan belum melapor maka akan ada tunggakan, dan Secara peraturan memang harus melunasi tunggakan yang tertera… Nah, untuk prosedur lapornya silahkan datang ke kantor bpjs terdekat dengan membayar surat kematian dari kelurahan dan bawa KTP , Kartu BPJS milik Almarhumah… perihal tunggakan atas kematian peserta silahkan dibicarakan di kantor BPJS

Leave a Reply