Jatuh Tempo Pembayaran Iuran Peserta BPJS Kesehatan

Jatuh Tempo Pembayaran BPJS

BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar segera mendaftarkan diri berserta anggota keluarganya untuk mendapatkan jaminan sosial dengan menjadi peserta BPJS. Peserta dapat memilih kelas yang telah ditentukan yaitu kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Tiap kelas bayaran iurannya berbeda, untuk kelas 1 peserta diharuskan membayar premi Rp 80 ribu, untuk kelas 2 peserta diharuskan membayar iuran Rp51.000 dan untuk kelas 3 peserta diharuskan membayar Rp25.500 , khusus untuk PBI akan dibayarkan oleh Pemerintah Daerah (Dinsos) dan kelas yang diambil adalah kelas 3.

Peserta tidak boleh telat membayar iuran sebelum tanggal jatuh tempo, tanggal jatuh tempo yaitu pada tanggal 10 setiap bulannya. Apabila peserta melebihi jatuh tempo maka di anggap telat dan akan mendapatkan tagihan , dan tunggakan tersebut harus dibayar sesuai dengan bulan tertunggak.

Peserta yang telah membayar iuran atau menunggak walaupun hanya 1 bulan maka status kepesertaan akan dinonaktifkan, tidak ada denda atas keterlambatan yang terjadi. Untuk mengaktifkan status keanggotaan peserta cukup melunasi tagihan yang tertunggak, dan peserta tidak diperkenankan untuk menggunakan kartu BPJS khusus untuk rawat inap sebelum 45 hari sejak pelunasan.

Terhitung mulai tanggal 1 Juli 2016 denda dikenakan apabila dalam waktu 45 sejak status diaktifkan kembali, peserta bersangkutan menggunakan pelayanan kesehatan rawat inap maka akan dikenakan denda sebesar 2.5% dari biaya pelayanan untuk setiap bulan tertunggak. Maksimal besar denda Rp 30 juta.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...
  1. Mengapa pembayaran iuran BPJS yg boleh dirapel hanya peserta PBPU yg dibayarkan oleh perusahaan saja, sedangkan peserta BPJS Mandiri tidak bisa?
    Seharusnya tidak perlu ada diskriminasi, kalaupun peserta mandiri sanggup membayar setengah tahun atau satu tahun sekalian, kenapa tidak dibuka jalan untuk itu, bukankah itu justru menguntungkan BPJS kesehatan juga.
    Saya sudah membaca definisi gawat darurat menurut BPJS kesehatan tapi saya tidak terlalu paham karna itu saya ingin bertanya, apakah pendarahan saluran pencernaan termasuk gawat darurat?
    Mohon penjelasannya, terima kasih.

      • Saya peserta yg dibayar oleh perusahaan namun pada saat saya pake tidak bisa karna premi blm terbayar.
        Ijin bertanya
        1:kenapa bisa tdk dipake
        2:berapa lama perusahaan tdk membayar sehingga saya dinonaktifkan
        3:apakah bpjs akan memberikan sangsi apabila perusahan telat bayar.
        4:apakah ada tempat untuk menyampaikan masalah ini
        5:apakah saya sebagi pemegang kartu ini akan selalu menjadi korban.

Leave a Reply