Penelitian Ini Menyatakan Bahwa Bedong Bayi dapat menyebabkan Kematian Mendadak (Risiko SIDS)

Bahaya Membedong Bayi

Sudden Infant Deatch Syndrome (SIDS) merupakan sebuah risiko kematian mendadak pada bayi, terutama bayi yang berusia dibawah usia 1 tahun. para peneliti mengkaitkan resiko ini juga dapat ditimbulkan dengan membedong bayi. Banyak orang yang terkejut mendengar tentang kabar tersebut.

Karena banyak dari Ibu – Ibu yang membedong bayi nya, dengan tujuan membuat si bayi tidur lebih tenang. Tapi sebuah penelitian yang dilakukan oleh Anna S. Pease sseorang peneliti dari University of Bristol membuat kesimpulan yang berbeda, justru membedong bayi dapat meningkatkan Risiko SIDS.

Peneliti yang dilakukan Anna S. Pease yaitu dengan mengumpulkan data dari 760 kasus SIDS yang ada. Kemudian mendapatkan kesimpulan secara umum bahwa risiko SIDS menjadi lebih besar bila bayi tidur tengkurap atau tidur miring sambil dibalut bedong bayi.

Anna mengatakan bahwa kita harus mengintepretasikan hasil riset ini secara hati-hati, karena jumlah objek yang diteliti dan bukti-bukti yang ada sangat terbatas.

Kutipan : Still, she said, “We already know that side and prone sleeping are unsafe for young babies, so the advice to place children on their backs for sleep is even more important when parents choose to swaddle them.”

Artinya : Ia mengatakan bawah “Kita tahu bahwa posisi tidur miring dan tengkurap tidak aman untuk bayi, jadi sebaiknya baringkan bayi terlentang, terlebih saat kita membedongnya.”

Risiko SIDS juga meningkat seiring dengan usia bayi. Walaupun bukti yang ada belum banyak, risiko menjadi 2 kali lebih besar ketika bayi berusia di atas 6 bulan.

Maka dari itu Dr. Pease menyarankan kepada orangtua untuk berhenti membedong bayi, terutama ketika bayi sudah memasuki usia 4 hingga 6 bulan, saat dimana bayi mulai aktif berguling (membalikan badan).

Sumber : nytimes.com topik : swaddling-may-increase-the-risk-of-sids

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply