Sakit Perut pada Anak yang disertai Muntah dan Demam

Sakit Perut pada Anak

Pesan dari Pembaca : Saya mau tanya. Saya memiliki anak yang sedang sakit perut yang disertai muntah dan demam, sempat muntah 2x dan sekarang sudah tidak muntah lagi, dan demamnya juga sudah reda setelah diberi ibuprofen (penurun panas), akan tetapi anak saya masih suka mual. 

Yang mau saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan untuk menanganinya sebelum pergi ke dokter, kebetulan hari ini adalah hari minggu dikhawatirkan tidak ada dokter praktek. Mohon penjelasannya. Saya berharap sakit perut pada anak saya yang disertai muntah, mual dan demam dapat diatasi tanpa harus pergi ke dokter.

Jawab : Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak merasakan sakit perut, yang pastinya ada gangguan kesehatan pada sistem pencernaannya. Apabila disertai muntah itu hal yang biasa terjadi , karena ketika tubuh menerima suatu benda yang dianggap tidak cocok masuk kedalam perutnya maka akan memuntahkannya.

Jika anak juga merasakan demam, ada kemungkinan bahwa anak terkena infeksi virus pada saluran pencernaannya. Bila terjadi sesaat setelah makan, kemungkinan disebabkan karena peradangan pada lambung. Bila beberapa saat setelah makan, kemungkinan disebabkan karena keracunan makanan atau alergi makanan.

Akan tetapi jika anak anda muntah disertai darah, dan nyeri perut semakin hebat, apalagi jika kondisi tubuh anak semakin melemah (lemas) maka sebaiknya segera dibawa ke puskesmas / rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Jika anak anda sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, maka dapat berobat menggunakan kartu BPJS untuk mendapatkan jaminan kesehatan gratis.

Untuk meringankan gejala mual pada anak,
hal-hal yang dapat dilakukan di rumah sebelum ke dokter diantaranya:

  • Jaga anak agar tetap terhidrasi, tunggu sekitar 30 menit sampai perut anak dapat diisi kembali, mulailah dengan memberikan air putih perlahan-lahan dan jaga agar anak tidak dehidrasi. Minumkan jumlah yang kira-kira sama dengan yang ia muntahkan
  • Tunda dulu pemberian makanan berat untuk anak sampai sekitar 6 jam, berikan makanan yang hambar dan tidak merangsang serta mudah ditelan misalnya roti. Berikan perlahan dan tidak usah kuatir anak kekurangan makan. Hindari makanan yang pedas dan asam
  • Jauhkan anak dari bau yang merangsang seperti asap rokok karena akan memicu terjadinya mual dan muntah.

Sumber : Alodokter.com

 

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply