Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal dari BPJS Ketenagakerjaan

Iuran JKK BPJS Ketenagakerjaan

Segala sesuatunya ada resikonya baik itu resiko baik maupun buruk, tapi yang nama nya resiko pasti identik pada hal yang tidak diinginkan. Begitu juga dalam bekerja ada resiko-resiko yang mengancam para tenaga kerja dan itu harus siap dihadapi, apalagi pekerjaan yang berhubungan dengan bangunan, ketinggian dll. 

Resiko pada suatu pekerjaan yaitu sebuah kecelakaan kerja. Ketika seorang tenaga kerja sedang bekerja resiko kecelakaan kerja itu pasti ada, maka dari itu pentingnya program jaminan sosial, program yang dapat melindungi dari masalah ekonomi ketika mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan kecelakaan.

Kecelakaan kerja yang terjadi pada tenaga kerja terkadang dapat menyebabkan seseorang meninggal dunia. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para tenaga kerja akan mendapatkan proteksi asuransi kecelakaan. Ketika tenaga kerja meninggal dunia maka akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Santunan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan pada saat bekerja akan diberikan kepada ahli waris. Adaun untuk besar santunan yang akan diberikan yaitu 48 kali gaji. Jadi jika seorang karyawan suatu perusahaan memiliki gaji Rp 4 juta perbulan , ketika meninggal dunia maka ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar Rp 4 juta x 48 yaitu sebesar : Rp 192 juta.

Baca Juga : Cara Mengajukan JKK BPJS Ketenagakerjaan

Iuran JKK para tenaga kerja menjadi tanggung jawab perusahaan tempat anda bekerja, besarnya tergantung dari tingkat resiko lingkungan kerja. Untuk tingkat resiko lingkungan kerja yang sangat rendah akan dikenakan biaya iuran 0,24% dari upah bulanan, tingkat resiko rendah besar iurannya 0,54% dari upah bulanan adapun tingkat resiko paling tinggi adalah 1,74% dari upah bulanan.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...