Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran Akan Disanksi

Ilustrasi: Buku Panduan BPJS Kesehatan

Ilustrasi: Buku Panduan BPJS Kesehatan

Sebagai Warga Negara Indonesia diwajibkan untuk mendaftar BPJS Kesehatan untuk bisa mendapatkan jaminan kesehatan, setelah menjadi peserta memiliki kewajiban untuk membayar iuran wajib perbulan dengan besar iuran sesuai dengan kelas yang dipilih. 

Ternyata masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang belum memenuhi kewajibannya tersebut, untuk itu bagi peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar iuran akan diberikan sanksi, sanksinya berupa sanksi administrasi dalam pengurusan surat izin mengemudi (SIM), kartu tanda penduduk (KTP), atau paspor.

Seperti yang telah diungkapkan oleh Direktur BPJS Kesehatan Fachmi Idris, perlu adanya pemberian sanksi administratif bagi peserta baik PBPU atau PPU yang tidak tertib membayar iuran peserta. ”Misalkan saja sanksinya mereka tidak bisa memperpanjang paspor, saat perpanjang KTP, lalu KTP-nya ditahan atau tidak bisa memperpanjang SIM”  seperti yang dilansir pada laman Okezone.com

BPJS akan berkoordinasi dengan institusi terkait seperti kepolisian dan pemerintah daerah untuk bisa melaksanakan sanksi tersebut, namun masih belum bisa diperkirakan kapan sanksi tersebut mulai diberlakukan bagi peserta yang melanggar..

Namun, sosialisasi tentang sanksi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi resistensi berlebihan di tengah masyarakat.

Terjadi missmatch pada BPJS Kesehatan yaitu tingginya pembayaran klaim, namun tidak diimbangi dengan iuran yang masuk. Oleh karena itu, bagi peserta yang memang ternyata tidak mampu membayar iuran, untuk mengalihkan ke Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) atau PBI.

”Ada masalah di PBPU (Peserta Mandiri). Masalah pertama adalah mereka tidak mampu bayar. Maka Masalah ini akan coba dipecahkan dengan bekerja sama dengan beberapa pemda untuk mengalihkannya ke peserta Jamkesda” menurut Direktur BPJS.

Peralihan peserta ke Jamkesda akan diperketat dengan seleksi sesuai kriteria yang sudah ditetapkan Kementerian Sosial. Lalu masalah kedua, peserta malas mengantre panjang di kantor BPJS hanya untuk membayar premi. BPJS Kesehatan pun membuat sistem pembayaran online sehingga peserta bisa membayar di 130.000 gerai di toko swalayan dan kantor pos.

Dikutip dari : Okezone.com
Pada tanggal 20 April 2016
Sumber Berita : http://economy.okezone.com/read/2016/04/20/320/1367790/peserta-bpjs-kesehatan-tak-bayar-iuran-akan-disanksi

Itu masih dalam wacana dan kajian dari beberapa pihak yang berkepentingan, masih belum diputuskan secara Resmi apa sanksi yang akan diberikan kepada Peserta BPJS yang tidak membayar iuran Peserta. Maka dari itu mari sama-sama kita sadar untuk memenuhi kewajiban dengan membayar iuran peserta setiap bulan. Jika tidak Mampu maka bisa beralih ke Peserta BPI.

 

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Comments are closed.