Lowongan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2016

Lowongan CPNS Kementerian Kesehatan

Informasi Lain – Lain

1. Penerimaan ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari PTT Kementerian Kesehatan sama sekali tidak dipungut biaya.

Apabila terdapat oknum-oknum yang mengatasnamakan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan melakukan pungutan dalam proses penerimaan ini, diharapkan untuk segera melaporkan melalui website itjen.kemkes.go.id/pengaduan.

2. Kementerian Kesehatan menyediakan layanan Helpdesk di website pendaftaran Penerimaan ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari PTT Kementerian Kesehatan (cpnsd.ptt.kemkes.go.id).

3. Berkas lamaran yang sudah dikirimkan menjadi milik Panitia dan tidak dapat diminta kembali.

4. Tidak diperkenankan mengubah pilihan peminatan yang sudah terdaftar.

5. Tidak diperkenankan melakukan pendaftaran ganda.

6. Para pelamar agar terus memonitor informasi dan perkembangan Penerimaan ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari PTT Kementerian Kesehatan melalui website Kementerian Kesehatan (kemkes.go.id dan ropeg.kemkes.go.id) dan website pendaftaran Penerimaan ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari PTT Kementerian Kesehatan (cpnsd.ptt.kemkes.go.id).

7. Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

8. Apabila dikemudian hari pelamar terbukti memberikan data yang tidak sesuai fakta/sengaja melakukan manipulasi data baik pada setiap tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi ASN maka:

  • Kelulusan yang bersangkutan dinyatakan batal dan/atau memberhentikan yang bersangkutan sebagai ASN.
  • Melanggar UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 35 dan Pasal 51 dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000,- (dua belas miliar rupiah).

 


Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI

2 COMMENTS

  1. Bisa ngga jngan cuman bidan dan dokter yg selalu ad pengangkatan PTT. Kenapa tidak apoteker. Bukti disetiap fasilitas kesehatan terutama bidan sudah menumpuk. Tapi apoteker atau asisten apoteker tidak ada sama sekali. Contohnya di puskesma rimbo kedui kecamatan seluma selatan kabupaten seluma bengkulu. Bukan cuman puskesmas ini saja banyak puskesmas lainya yg tidak ada tenaga farmasi.bahkan akibat dari itu pemberian obat dilakukan oleh perawat atau bidan yg tidak sesuai dg bidangnya. Satu lagi tenaga laboratorium itu sangat minim. Padahal antara dokter labor dan farmasi berkesinambungan. Mohon kepada menteri kesehatan di lihat dengan jelas keadaan lapangan itu seperti apa.

  2. Bagaimana jika belun di angkat pegawai PTT . Karena lulusan 2015 kemarin apa tetap mendaftar atau bagaimana ? Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.