Akibat Terlambat Bayar Iuran Bpjs

Akibat Telat Bayar Iuran

Menjadi peserta bpjs kita akan mendapatkan berbagai keuntungan terutama jika kita jatuh sakit, maka bpjs akan menanggung biaya pengobatan yang dilakukan. Namun itu semua bisa didapat apabila peserta dalam status aktif dan tidak memiliki tunggakan dalam pembayaran iuran bpjs.

Peserta memiliki kewajiban untuk membayar iuran bpjs kesehatan setiap bulan berdasarkan dengan kelas yang dipilih, apabila anda mendaftar bpjs pada kelas 1 maka memiliki kewajiban untuk bayar iuran Rp80 ribu per bulan, untuk kelas 2 Rp51.000 per bulan dan kelas 3 Rp25.500 per bulan.

Tidak boleh terlambat dalam membayar iuran, peserta harus sudah membayar iuran bpjs paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Pembayaran iuran dapat dilakukan melalui beberapa, anda bisa bayar melalui alfamart, melalui indomaret, melalui kantor pos, pegadaian atau bayar sendiri menggunakan atm bank (Bni, Bri dan Mandiri).

Bagaimana jika terlambat bayar iuran

Tentu jika peserta terlambat membayar iuran maka akan menerima beberapa sanksi atau akibat yang ditimbulkan karena telat membayar iuran. Apa saja itu? Simak penjelasan singkat dari Tim PanduanBPJS.com mengenai akibat yang akan didapat para peserta yang menunggak (alias tidak bayar iuran).

1. Status kepesertaan akan di hentikan (blokir).

Peserta yang telat bayar iuran 1 bulan saja maka status kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara. Jika status di blokir maka kartu bpjs tidak bisa digunakan untuk berobat. Status akan tetap terblokir jika peserta belum melunasi tagihannya. Untuk mengaktifkannya kembali maka peserta cukup bayar tagihan iuran yang belum dibayar. Apabila telat 1 tahun lebih maka pembayarannya hanya bisa dilakukan dikantor bpjs kesehatan.

2. Denda 2,5% dari Rawat Inap

Denda 2% sebelum nya telah dihapus, dirubah dengan sistem denda 2,5% rawat inap. Maksudnya adalah peserta tidak dikenakan denda ketika melunasi tanggihannya. Setelah status aktif peserta tidak diperkenankan untuk menjalani rawat inap menggunakan kartu bpjs selama masa 45 hari sejak diaktifkan kepesertaannya,  jika tidak ingin kena denda. Setepas 45 hari baru anda bisa menggunakan layanan rawat inap tanpa kena denda.

3. Sanksi Layanan Publik

Peserta yang tidak mendaftar bpjs dan status bpjsnya dalam kondisi diblokir sesuai dengan peraturan yang berlaku maka peserta akan mendapatkan sanksi layanan publik, yaitu peserta tidak bisa menggunakan layanan publik seperti Tidak bisa membuat SIM, tidak bisa membuat KTP, tidak bisa membuat STNK, tidak bisa membuat Paspor dan sebagainya.

Sumber foto : KapanLagi.com

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...


10 COMMENTS

  1. Kelas bpjs saya 3 trz knp wkt saya bayar iuran bpjs lewat via atm bni kok double jadi nya Rp.51.000
    Padahal bln lalu sdh saya bayar n ini pembayaran ke 3 krn saya buat bpjs mandiri di bulan.11 2017
    Tolong solusinya

  2. Bpjs sangat2 tidak membantu, hanya telat 1 hari saja di blokir dan tdk bsa pakai rawat inap… di denda pula. Shubuh2 mau byr ke indomaret tdk bsa offline…. jayalah BPJS…. jayalah indonesia….

  3. Bulan ini pmbyaran BPJS sering trouble..dn gk bisa bayar..apakah du suatu saat kita akan menerima byar denda nya..di kalau kita harus kena denda nya yng d karenakn dri internet nya..maka udah gk beress..

  4. Ayah dan ibu saya dulu adalah peserta bpjs,ketika mereka masih berjualan,mereka masih sanggup untuk membayar bpjs,namun sudah 2 tahun terakhir ayah dan ibu saya tidak berjualan lagi,jadi sudah 2 tahun tidak membayar bpjs ,karena tidak mampu,jangankan untuk bayar bpjs,buat makan aja susah,sekarang ayah saya sedang sakit,tapi jika mau dibawa kerumah sakit,kartu bpjs nya suda h diblokir,dan harus dibayar,bagaimana saya bisa membayar uang sebanyak itu,sedangkan untuk beli beras saja susah,tolong lah kepada pemerintah,yang katanya pro rakyat,untuk memperbaiki sistem,kasian rakyat kecil seperti kami bila harus menanggung pembayaran seperti ini,
    Mana janji presiden jokowi yg akan membuat KARTU INDONESIA SEHAT,
    Supaya rakyat kecil seperti kami bisa merasakan berobat tanpa beban,

    Terimakasih
    Saya agus rahmansyah
    Dari deli serdang ,sumatra utara
    Email [email protected]
    Mohon penjelasan nya

  5. Saya belum pernah pakai dan bpjs sepeserpun. Saya sudah punya kartu bpjs nya ketika saya kerja tapi setelah itu saya resign saya sudah tidak membayar iuran bpjs lagi karena mesti bayar bpjs saya, suami saya dan anak saya apalagi ketika ditempat kerja dibuatkan faskes 1. Waktu itu tahun 2014 sampai sekarang sudah 3tahun saya nunggak tidak bayar bpjs. Dan saya mau meneruskan pembayaran saya karena keuangan saya sudah memadai namun mau ganti menjadi faskes 2 saja. Tapi setelah saya baca penjelasan jika ingin mengaktifkan kartu bpjs nya harus bayar tunggakan dan dendanya.. bayangkan berapa banyak yg mesti saya bayar? Seperti macam kartu kredit saya. Masih mendingan kartu kredit sudah dipakai baru ditagih. Kenapa bpjs seperti itu? Terlalu memberatkan dan mempersulit rakyat. Kalau saya banyak uang dari awalpun saya bayar terus ga sampe nunggak pembayaran bpjs nya. Tolong ditata kembali kebijakannya yang katanya membantu rakyat tapi malah mempersulit kalo ujung2nya nyekek kaya gini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.