Cara Mengurus Peserta BPJS yang Sudah Meninggal

mengurus peserta bpjs yang meninggal

Menjadi peserta BPJS kesehatan merupakan kewajiban bagi seluruh Warga Negara Indonesia, dengan gotong royong semua dapat tertolong. Masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS dengan memilih kelas yang sudah disediakan.

Khusus untuk peserta Mandiri memiliki kewajiban untuk membayar iuran setiap bulannya, besarnya iuran sesuai dengan kelas yang dipilih. Apabila peserta telat bayar iuran maka status kepesertaannya akan dinon aktifkan dan kartu bpjs tidak bisa digunakan untuk berobat sampai tagihan dilunasi.

Bagaimana jika Peserta Meninggal Dunia?

Peserta yang telah meninggal dunia harus dilaporkan, agar tidak mendapatkan tagihan. Pihak keluarga dapat mengurus untuk ke BPJS sehingga peserta yang sudah meninggal dapat dihentikan sebagai peserta dan tidak akan terkena tagihan lagi.

Pada kesempatan ini, kami dari PanduanBPJS.com akan membantu anda menjelaskan tentang mengurus peserta BPJS yang sudah meninggal di kantor BPJS. Sebelum datang ke kantor BPJS, bagi yang mengurus harus membawa persyaratan sebagai berikut :

  1. Membawa Surat Kematian dari Pemerintah Setempat / Rumah Sakit
  2. Membawa Kartu Peserta Almarhum / Almarhumah
  3. Membawa Kartu Keluarga milik Almarhum/Almarhumah
  4. Mengisi Formulir perubahan Data Peserta Meninggal Dunia.
  5. Membawa Kartu Keluarga Si Pengurus (jika yang mewakilkan tidak dalam 1 KK yang sama dengan peserta yang sudah meninggal dunia.)

Datang ke Kantor BPJS Kesehatan

Kami sarankan untuk datang lebih pagi, melihat jumlah antrian yang cukup panjang setiap harinya. Anda dapat mengambil antrian ke Bagian Informasi BPJS Kesehatan (D) atau ke Bagian Perubahan Data (B).

Serahkan semua persyaratan yang diminta seperti yang kami sebutkan diatas. Sampaikan keperluan anda bahwa anda ingin mengajukan penonaktifan peserta BPJS yang meninggal dunia.

Peserta Meninggal Dunia Punya Tagihan

Apabila peserta BPJS yang meninggal dunia memiliki tagihan maka tagihan tersebut harus dilunasi terlebih dahulu. Kecuali, jika meninggalnya sudah lama dan ternyata baru diurus sekarang maka tagihan tidak perlu dibayar.

Contoh: Peserta Meninggal pada tanggal 24 Oktober 2014, dan kemudian belum dilaporkan sampai tahun 2018. Itu artinya peserta memiliki tagihan 12+1, maka tagihan tersebut tidak perlu dibayar. Kecuali, tagihan yang muncul sebelum peserta meninggal dunia maka itu harus dibayar.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...


Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.