Perusahaan Wajib Daftarkan Karyawan menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Besaran Iuran Peserta Pekerja Penerima Upah

Besaran Iuran Peserta Pekerja Penerima Upah

Sesuai dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2011 Pasal 15 ayat (2), setiap perusahaan (Pemberi kerja) diwajibkan untuk mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan, tanpa terkecuali. Walaupun perusahaan tersebut telah memiliki kerjasama dengan asuransi kesehatan swasta, tetap harus mendaftarkan para karyawannya ke BPJS Kesehatan.

Menurut Direktur Kepesertaaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Sri Endang Tidarwati seperti yang dilansir pada laman postkotanews.com ” “Memiliki asuransi swasta bukan berarti kewajiban mendaftarkan karyawan pada BPJS Kesehatan gugur. Tetap harus didaftarkan karena ini amanah undang-undang,”.

Seperti yang tercantum dalam UU No 24 tahun 2012 tentang BPJS, mewajibkan seluruh Warga Indonesia mendaftarkan diri dan anggota keluarganya ke BPJS Kesehatan, bagi para karyawan (Pekerja Penerima Upah / PPU) memiliki hak atas perusahaannya untuk didaftarkan menjadi Peserta BPJS Kesehatan.

Perusahaan dapat mengurus keanggotaan BPJS bagi karyawan bisa melalui e-Dabu. Perusahan menanggung biaya iuran peserta bagi karyawannya dengan ketentuan iuran di atur dalam peraturan presiden nomor 19 tahun 2016 yang 5% dari gaji atau tunjangan tetap karyawan. Dengan Rincian : 4 persen dibayarkan oleh perusahaan dan 1 persen menjadi tanggungan karyawan.

Baca Juga : Besaran Iuran Peserta PPU BPJS Kesehatan

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply