Ini Syarat untuk Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan

Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan para tenaga kerja yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya dapat menggunakan manfaat dari jaminan hari tua (JHT). JHT adalah sebuah jaminan sosial yang dipersiapkan untuk memberikan perlindungan diusia tua yang sudah tidak produktif.

Seseorang dapat mengajukan klaim JHT 100% ketika sudah mencapai usia 56 tahun, meninggal dunia atau cacat tetap dan di PHK (sudah tidak bekerja). Namun kini ada perubahan peraturan, walaupun belum memasuki usia pensiun atau 10 tahun bekerja, peserta dapat mengajukan klaim dana JHT dengan persentasi 10% dan 30% dalam kondisi aktif bekerja.

Baca Disini : Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Peserta tidak bisa mengkaim seluruhnya dalam arti peserta hanya bolek mengklaim salah satu, dana jht 10% itu untuk persiapan pensiun atau 30% untuk biaya perumahan. ketika peserta telah mencairkan dana JHT sebesar 10% atau 3% maka peserta tidak bisa mencairkan dana JHT lagi, kecuali dana jht 100%.

Peserta harus menunggu waktu 1 bulan sejak berhenti bekerja untuk bisa mengkaim pencairan dana HKT 100%.  Adapun untuk mencairkan JHT sebesar 10% atau 30% ini ada beberapa syarat Klaim JHT yang harus dipenuhi yaitu:

  1. Sudah menjadi peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun.
  2. Masih aktif bekerja di perusahaan.

Kelengkapan Dokumen yang Harus Dipenuhi

Persyaratan ini sendiri kemudian harus dilengkapi dengan kelengkapan dokumen yang harus dibawa langsung ke kantor BPJS TK. Dan kelengkapan dalam berkas dan dokumen dalam pengajuan klaim JHT 10% dan 30% itu adalah :

Untuk klaim saldo JHT 10%:

  • Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  • Fotocopy KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan

Untuk klaim saldo JHT 30%:

  • Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  • Fotocopy KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Dokumen Perumahan.
  • Buku Rekening Tabungan

Adapun bagi peserta yang ingin mencarikan dana JHT 100%, maka statusnya harus sudah berhenti bekerja, baik itu berhenti bekerja karena di PHK atau Resign (keluar sendiri dari pekerjaan). Selanjutnya peserta harus melengkapi beberapa dokumen dan berkas-berkas yang dipersyaratkan seperti :

  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Paklaring.
  3. KTP atau boleh juga SIM.
  4. Kartu Keluarga.
  5. Buku Tabungan.

Jangan lupa juga untuk memfotocopy dokumen-dokumen tersebut masing-masing satu lembar dan juga menyertakan dokumen yang asli.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply