Perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan

Perbedaan kartu KIS dan BPJS

Kartu Indonesia Sehat (KIS) diluncurkan bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 November 2014, sebuah kartu sakti yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu untuk bisa mendapatkan pelayanan berobat gratis. 

Jadi secara fungsi KIS dan BPJS itu hampir sama, hanya ada beberapa perbedaan diantara keduanya, salah satunya terdapat ada segi pelayanan. KIS akan memberikan pelayanan yang tidak diberikan oleh BPJS Kesehatan seperti pemakaian KIS tidak mengenal tempat dan bisa digunakan di mana saja.

Kegunaannya pun berbeda, seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa KIS berfungsi untuk memberikan jaminan kesehatan khusus bagi yang warga miskin yang kurang mampu. Dana yang didapat dari KIS merupakan subsidi dari pemerintah melalui APBN, sedangkan untuk Kartu JKN dari BPJS Kesehatan itu lebih dari iuran yang harus dibayar peserta setiap bulan.

Kehadiran kartu KIS ini memang membuat sebagian masyarakat bingun, lantaran program jaminan kesehatan yang menjadi tugas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan).

Perbedaan KIS dengan BPJS Kesehatan :

1. KIS adalah program jaminan kesehatan untuk warga kurang mampu, sedangkan BPJS merupakan Badan Pengelola-nya.

2. KIS terbatas hanya untuk rakyat miskin dan kurang mampu, sedangkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional yang juga dikelola BPJS wajib dimiliki warga negara Indonesia baik mampu ataupun kurang mampu. Sebagai catatan, masyarakat kurang mampu telah ditanggung pemerintah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang berjumlah 86,4 juta jiwa. 

3. Wilayah pemakaian KIS bebas dan BPJS terbatas. 

KIS merupakan kartu yang dapat digunakan di klinik, puskesmas, dan rumah sakit mana pun yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemakaian kartu JKN yang dikelola BPJS hanya terbatas di wilayah yang didaftarkan. Seperti contoh, apabila Anda mendaftarkan klinik di wilayah Jakarta maka kartu JKN yang dikelola BPJS hanya bisa di klinik atau Puskesmas yang telah ditentukan di Jakarta.

4. Pemakaian KIS bisa untuk segala perawatan kesehatan, baik untuk pencegahan maupun pengobatan. Sedangkan dalam praktiknya, kartu JKN yang dikelola BPJS hanya bisa dipakai ketika Anda benar-benar sedang sakit atau dirawat.

5. KIS merupakan kartu kesehatan yang disubdisi oleh pemerintah, masyarakat cukup mendaftar tanpa mengeluarkan biaya. Sebagai kartu jaminan kesehatan, ketika mendaftar kartu JKN yang dikelola BPJS terdapat biaya yang harus dibayarkan setiap bulannya.

(Jazaul Aufa/Igw via health.liputan6.com)

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...
  1. ilham syahriadi

    saya mau tanya saya karyawan bhl di perkebunan saya berkerja sekarang di anjurkaN untuk menggunakan bpjs kesehatan sedang kan saya sudah terdaftar menjadi peserta kis(kartu indonesia sehat ) namun perkebunan tempat saya bekerja meminta saya untuk mendaftar kan menjadi peserta bpjs mandiri
    apa itu bisa untuk saya beralih dari peserta kis menjadi peserta bpjs mandiri

  2. Saya seorang karyawan swasta karena pt tmpat saya bekerja tidak mendaftarkan saya sebagai peserta bpjs kesehatan,saya mendaftarkan sendiri sebagai anggota bpjs mandiri.1thn kemudian pt tmpat saya bekerja meminta saya untuk mengalihkan bpjs saya ke peeusahaan .bolehkah saya menolak permintaan perusahaan untuk mengalihkan bpjs

  3. Saya mau tanya saya dan istri sudah ikut bpjs selama 1th dengan kelas 1, sekarang Alhamdulillah Anggota keluarga kami bertambah dengan adanya anak. 2hari yg lalu saya dtang untuk mendftarkan anak saya di bpjs. Namun pihak bpjs memberikan ke saya kartu Indonesia sehat untuk anak saya? Mengapa demikian? Apakah ada kesalahan? Mohon informasinya, terima kasih

Leave a Reply