Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan berupa JHT

Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Keuntungan lain yang akan dirasakan selain JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian) dan JP (Jaminan Pensiun). Peserta juga akan mendapatkan keuntungan berupa Jaminan Harti Tua yang merupakan salah satu program dan tugas pokok BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan Jaminan Sosial kepada tenaga kerja di Indonesia.

Seperti kepanjangannya JHT merupakan sebuah program jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan untuk hari tua para peserta berupa uang tunai yang besarnya akumulasi dari iuran ditambah hasil pengembangan. Adapun pembagian nya dibedakan antara pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah.

Yaitu untuk PPU sebesar 5,7 persen dengan rincian 2 persen pekerja dan 3,7 persen untuk pemberi kerja. Upah yang digunakan merupakan upah sebulan yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. Sedangkan untuk PBPU besarannya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Dana JHT itu merupakan bentuk tabungan dari gaji bulanan yang disisihkan. Sebagai contoh, anda memiliki gaji Rp 5 juta, 2% dari gaji itu ditabung untuk dana JHT, selanjutnya untuk yang 3,7 persen ditanggung pemerintah, jadi total untuk JHT PPU sebesar 5,7% dari gaji tersebut.

JHT itu sebetulnya ditabungkan setiap bulan gajinya disisihkan. Kalau misal gaji Rp 5 juta dipotong 2 persen, perusahaan harus nombok 3,7 persen totalnya 5,7 persen dari Rp 5 juta. Dana JHT yang dikumpulkan setiap bulan dapat diambil ketika usia pensiun yaitu umur 56 tahun.

‎Apabila ternyata peserta meninggal dunia maka manfaat JHT akan diberikan kepada ahli waris sebesar yang telah diiur berikut pengembangannya. Kami berharap anda mengerti apa yang kami jelaskan dalam artikel ini mengenai program JHT BPJS Ketenagakerjaan.

 Baca Juga :

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply