Cara Mendaftarkan Bayi dalam Kandungan ke BPJS Kesehatan

Untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga yang sering terjadi saat melahirkan yaitu bayi yang baru dilahirkan jatuh sakit, maka si bayi membutuhkan perawatan yang intensif, dengan melakukan rawat inap dirumah sakit tersebut atau bahwa ada juga yang masuk ke ruang ICU untuk beberapa hari. Hal ini akan membuat orangtua banyak mengeluarkan uang untuk biaya berobat anak. Namun kita berharap proses melahirkan hingga kondisi bayi dalam keadaan sehat.

Sebuah kemungkinan bisa saja terjadi, jika memang para orangtua khawatir dengan kondisi bayi yang dilahirkan ternyata sakit dan harus mendapatkan perawatan kesehatan dengan dana yang tentunya cukup banyak, maka anda bisa mendaftarkan bayi anda kedalam program BPJS Kesehatan untuk mendapatkan jaminan kesehatan, dimana biaya berobat bayi akan di cover bpjs.

Kartu Peserta BPJS untuk Bayi

Kartu Peserta BPJS untuk Bayi

Bayi dalam kandungan sudah bisa didaftarkan ke BPJS Kesehatan, yang jelas sudah jelas ada denyut bayi dan jenis kelamin bayi bisa diketahui melalui scan USG. Anda juga perlu menyiapkan beberapa syarat mendaftarkan bayi dalam kandungan sebelum anda pergi ke kantor BPJS Kesehatan. Anda bisa mendaftarkan calon bayi melalui BPJS mandiri atau BPJS perusahaan.

Pastikan orangtuanya juga sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Jika belum maka orangtua dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu. Kemudian Ketentuan yang harus anda fahami dan anda ketahui untuk mendaftarkan bayi dalam kandungan sebagai berikut :

  • Saat memeriksakan kandungan untuk mengetahui atau mendeteksi adanya denyut jantung bayi didalam kandungan anda, anda dapat meminta surat keterangan dari dokter untuk dilampirkan saat melakukan pendaftaran.
  • Ibu bisa menyiapkan nama untuk calon bayi, jika belum maka identitas bayi yang akan di gunakan pada data keanggotaan BPJS menggunaan Nama Ibu Bayi. Contohnya : Calon Bayi Ny.ABCDE dan NIK yang digunakan menggunakan NIK orangtua.
  • Orangtua harus sudah melakukan cek jenis kelamin calon bayi melalui USG, dan anda perlu meminta surat keterangan juga dari lab USG sekaligus minta prediksi waktu bayi di lahirkan. Kemudian untuk tanggal lahir bayi menggunakan waktu atau tanggal pendaftaran.
  • Kelas perawatan yang digunakan mengikuti Kelas Perawatan yang digunakan orangtua. Maksudnya jika orang tua terdaftar di BPJS Kesehatan pada kelas 1 maka bayi pun akan menggunakan kelas 1. Sedangkan untuk faskes juga sama.
  • Setelah bayi dilahirakn orangtua wajib memperbaharui data ke Kantor BPJS Kesehatan masimal 3 bulan sejak dilahirkan, untuk melengkapi data sebenarnya mulai dari Nama Lengkap, Tanggal Lahir, NIK dan sebagainya.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply