Warga Bekasi Keberatan dengan Kebijakan Baru Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan

Belum lama ini BPJS Kesehatan telah melakukan perubahan atas skema pembayaran iuran peserta yaitu dengan menjadikan 1 akun virtual (virtual account) untuk pembayaran seluruh anggota keluarga dalam 1 KK yang terdaftar di bpjs kesehatan.

Beberapa Warga Bekasi keberatan atas kebijakan baru ini. 

Perubahan Pembayaran Iuran

Perubahan Pembayaran Iuran

Seorang warga Bekasi, Huriatul Aini menuturkan “Sejak bulan September 2016 ini tarif tagihan BPJS berbeda dari biasanya. Aku bayar per orang kelas 1 Rp80 ribu, tapi kemarin aku kaget pas diketik nomor BPJS-nya. Kena tagihan sampai Rp400 ribu” terlansir di hariah pojoksatu Kamis (22/9/2016).

Melihat perubahan tagihan yang harus dibayarnya kok semakin besar tersebut, Ainipun mendatangi kantor BPJS di Jalan Veteran, Bekasi Selatan untuk minta penjelasan. Ternyata, ada kebijakan baru mengenai sistem pembayaran iuran peserta dimana pembayaran menggunakan metode 1 akun virtual untuk seluruh anggota keluarga peserta BPJS. (dijelaskan pihak bpjs)

“Di KK saya ada 5 orang, makanya segitu tagihannya. Seharusnya sebelum melakukan perubahan disosialisasikan dulu, ini malah enggak. Bikin orang kaget aja. Waktu pertama keluar aja di sosialisasikan kepada masyarakat, masa perubahan seperti ini enggak diberitahukan kepada warga,” ucapnya kesal.

Warga lain dari Bekasi Utara bernama Dini Anggraini juga mengatakan hal yang sama tentang perubahan skema pembayaran iuran. Ia mengaku kebijakan ini memberatkannya, karena sebelumnya ia terbiasa membayar dengan cara mencicil satu per satu.

“Menurut saya ini berat juga sih kalau sistemnya seperti itu, karena terkadang saya kalau setor dicicil 2 orang dulu, gak langsung sekaligus. Pokoknya ini berat banget,” ungkapnya.

Seperti yang kami kutip dari laman bpjs-kesehatan.go.id, kebijakan 1 akun virtual untuk seluruh peserta keluarga (pada KK yang terdaftar BPJS, Red) berlaku per 1 September 2016.

“Pada dasarnya perubahan sistem pembayaran peserta JKN-KIS mandiri ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam proses pembayaran iuran dan memastikan bahwa iuran anggota keluarganya tidak ada yang terlewat dibayarkan, sehingga kepesertaan dan penjaminan kesehatan keluarga tercinta tetap dapat aktif dan terjamin oleh BPJS Kesehatan,” Ujar Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi.

Sumber : 

  • gobekasi.pojoksatu.id
  • bpjs-kesehatan.go.id

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply