Terlalu Banyak Makan Telur Bebek Asin dapat Menyebabkan Hipertensi

Telur Bebek Asin

Telur bebek selain dijadikan bahan pendamping jamu, biasanya lebih banyak diolah menjadi telur asin untuk dikonsumsi. Dimana telur tersebut direndam di dalam air garam selama beberapa jam, sehingga rasa pada bagian putih telur terasa asin tajam, sedangkan bagian kuning telur tidak terlalu asin. 

Lembaga kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk asupan garam per hari itu hanya 5 gram saja atau setara dengan natrium 2.000 mg. Mengkonsumsi garam atau kandungan natrium melewati batas wajar tersebut dapat menyebabkan resiko terjadinya gangguan kesehatan seperti penyakit jantung , stroke dan tekanan darah tinggi, atau hipertensi.

Bahkan, sebuah studi ilmiah membuktikan bahwa seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi garam (berlebihan) akan mengalami tekanan darah tinggi sehingga lebih mudah terserang penyakit jantung dan berakibat meninggal dunia.

Natrium merupakan sebuah Zat berupa elektrolit sekaligus mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh,  menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, menjaga kadar air di dalam dan di luar sel tubuh, serta penunjang kerja otot dan saraf. Sekitar 85%, zat tersebut terdapat pada cairan getah bening dan darah.

Telur Bebek Mengandung Tinggi Natrium

Makanan yang mengandung garam itu berarti terdapat kandungan natrium. Telur bebek asin termasuk salah satu makanan yang mengandung garam, dengan mengkonsumsi telur bebek asin terlalu banyak maka beresiko mengalami gangguan kesehatan seperti yang telah disebutkan diatas. Maka dari itu disarankan untuk mengkonsumsi telur asin dengan bijak (tidak berlebihan).

Telur bebek asin atau telur asin dan makanan-makanan olahan lainnya memang nikmat untuk dijadikan sebagai tambahan lauk, namun Anda tetap harus menghindari mengonsumsinya terlalu banyak karena bisa meningkatkan risiko terkena hipertensi.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply