Pindah Jenis dari Pasien Umum menjadi Pasien BPJS Kesehatan

Pasien Rumah Sakit

Seseorang tidak tahu kapan dirinya akan jatuh sakit, yang jelas kita perlu menjaga kesehatan diri sendiri dengan menerapkan pola hidup sehat dan melindungi diri dengan mengikuti jaminan kesehatan BPJS Kesehatan, dengan menjadi peserta BPJS maka akan mendapatkan jaminan sosial.

Namun jika tidak menjadi peserta BPJS maka ketika sakit dan berobat ke puskesmas atau rumah sakit tidak akan mendapat bantuan dari BPJS Kesehatan dan dinyatakan sebagai pasien umum. Untuk bisa mendapatkan bantuan dari BPJS maka perlu menjadi peserta BPJS terlebih dahulu.

Setiap peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan kartu peserta yang dapat digunakan sebagai identitas ketika berobat, sehingga peserta bisa mendapatkan jaminan sosial sesuai dengan kelas yang diambil. Lantas bagaimana caranya pindah jelas dari pasien umum menjadi pasien BPJS? Apakah Bisa?

Berdasarkan Permenkes no 28 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan menerangkan bahwa sbb: Peserta yang dirawat harus dapat menunjukkan kartu peserta BPJS kesehatan selambat-lambatnya 3 x 24 jam hari kerja sejak yang bersangkutan dirawat atau sebelum pasien pulang (bila pasien dirawat kurang dari 3 hari).

Jika sampai waktu yang telah ditentukan pasien tidak dapat menunjukkan nomor identitas peserta JKN maka pasien dinyatakan sebagai pasien umum dan selama perawatan tersebut peserta tidak dapat dialihkan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Peserta perorangan yang baru mendaftar pada saat berada dalam masa perawatan rawat inap tidak dapat menggunakan kartu BPJS Kesehatan pada episode/kasus rawat inap tersebut, karena memang status kepesertaan akan aktif setelah 14 hari sejak pendaftaran dilakukan dan melakukan pembayaran iuran pertama.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Comments are closed.