Mengenal Gejala dan Penyebab Preeklampsia pada Ibu Hamil

Gejala Preeklampsia pada Ibu Hamil

Preeklampsia adalah salah satu jenis gangguan kesehatan (penyakit) pada saat kehamilan yang sering dialami Ibu hamil, Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan medis. Menurut lembaga kesehatan internasional penyakit ini menyumbang angka 14% dari total kematian saat hamil seluruh dunia.

Bagi ibu hamil perlu waspada dengan penyakit ini, maka perlu mengenali gejala – gejala yang dapat ditimbulkan. Terkadang preeklampsia tidak menyebabkan gejala apapun, tapi gejala utama yang paling umum adalah mengalami peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah secara perlahan sehingga sulit untuk memastikan kondisi ini.

Maka dari itu, Ibu hamil supaya selalu melakukan check up tekanan darah secara berkala (rutin) selama masa kehamilan. Apabila tekanan darah anda saat mengandung mencapai 140/90 mm Hg atau lebih, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan, terutama bila tekanan darah di level ini ditemukan dalam 2 kali pemeriksaan rutin yang terpisah.

A. Gejala Preeklampsia pada Ibu Hamil

Selain hipertensi (tekanan darah tinggi), ada gejala – gejala lainnya yang dapat ditimbulkan dari penyakit preeklamsia beberapa diantaranya adalah :

  • Mengalami Sakit Kepala Parah.
  • Volume urine berkurang.
  • Sesak Napas karena ada cairan di paru-paru.
  • Jumlah trombosit darah berkurang
  • Gangguan fungsi hati
  • Mengalami Gangguan penglihatan. 
  • Merasa Mual dan muntah.
  • Rasa nyeri pada perut bagian atas. Biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan.
  • Meningkatnya kandungan protein pada urine (proteinuria).
  • Terjadi pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah dan tangan.

Indikasi anda mengidap penyakit preeklampsia bisa ditandai dengan melambatnya lajut pertumbuhan janin hal ini dikarenakan pasokan darah ke plasenta berkurang sehingga janin mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi. Maka sangat penting bagi ibu hamil melakukan konsultasi dengan dokter kandungan setiap bulan.

B. Penyebab Preeklampsia pada Ibu Hamil

Penyebab utama munculnya preeklampsia sampai saat ini masih belum diketahui, tapi banyak dari para ahli berpendapat bahwa preeklampsia mulai berkembang di plasenta. Plasenta merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk menghubungkan suplai darah  ibu hamil dengan darah janin, nutrisi diberikan melalui organ plasenta ini.

Diduga penyebab terjadinya peeklampsia dipengaruhi akibat terganggunya perkembangan dan pertumbuhan pembuluh darah plasenta, sehingga mengakibatkan kurangnya aliran darah ke uterus, tingginya kandungan lemak tubuh, kurangnya nutrisi yang dialirkan.

Bagi ibu hamil sangat perlu mengetahu beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit preeklampsia :

1. Kehamilan pertama. Risiko terkena preeklamsia paling tinggi adalah saat seseorang hamil pertama kalinya.

2. Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.

3. Sedang mengidap beberapa penyakit tertentu, seperti sindrom antifosfolipid, diabetes, lupus, hipertensi, atau penyakit ginjal.

4. Janin lebih dari satu. Preeklamsia biasanya diidap oleh wanita yang sedang mengandung dua atau lebih janin.

5. Hamil setelah berganti pasangan. Kehamilan pertama dengan pasangan yang baru meningkatkan risiko preeklamsia lebih tinggi dibanding kehamilan kedua atau ketiga tanpa berganti pasangan.

6. Hamil setelah jeda 10 tahun dengan kehamilan sebelumnya.

7. Faktor usia. Wanita hamil di atas usia 40 tahun punya risiko preeklamsia lebih tinggi.

8. Obesitas saat hamil. Wanita Asia dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih saat hamil bisa meningkatkan risiko preeklamsia.

9. Faktor keturunan. Risiko mengidap preeklamsia lebih besar jika ada anggota keluarga yang pernah terkena preeklamsia.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply