Ini Resiko yang akan terjadi jika minum Obat Tanpa Resep dari Dokter

Obat-Obatan

Kebanyakan orang langsung mengkonsumsi obat-obatan yang dijual dipasaran tanpa ada resep dari Dokter saat mengalami gangguan kesehatan seperti mengalami demam, flu, batuk , obat sakit perut, dan yang paling sering saat merasakan sakit kepala. 

Pasien yang datang ke Dokter kebanyakan menyebutkan keluhan sakitnya beberapa hari tidak sembuh-sembuh padahal sudah minum obat. Saat ditanya, obat apa yang diminum? mereka menjawab obat-obatan yang dijual di warung-warung, sesuai dengan indikasi sakit yang bisa diatasi pada obat tersebut. Inilah yang banyak terjadi dimasyarakat.

Bukan obat tersebut kurang baik, tapi setidaknya anda harus tahu sakit apa yang sebenarnya terjadi dan harus mengetahui kebenaran dosis obat, dan sering terjadi banyak pemalsuan obat. Sehingga ketika diminum bukannya menyembuhkan justru memberikan resiko yang lebih parah terhadap sakit yang dirasakan.

Itu terjadi karena penyakit yang ada ditubuh pasien menjadi resisten, katika itu kumah-kuman yang ada akan resisten juga. hampir 50 persen masalah resisten anti-mikroba dan anti-biotik dapat ditemukan di rumah sakit, yang disebabkan dari berbagai macam bentuk seperti penggunaan antibiotik yang tidak benar.

Saat seseorang yang sembarang konsumsi obat tidak sembuh dari sakitnya, kuman-kuman yang menempel dalam tubuhnya bisa menular atau meracuni organ tubuh lainnya. Maka dari itu sebelum mengkonsumsi obat, maka sebaiknya ketika sakit melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau Rumah sakit, sehingga obat yang dikonsumsi sesuai dengan indikasi medis.

Jika anda sebagai peserta BPJS Kesehatan, maka anda dapat berobat dengan gratis ke faskes 1 (Puskesmas atau Klinik) yang telah ditulis pada kartu BPJS anda. Bagi anda yang belum dan ingin mendapatkan jaminan kesehatan dengan berobat gratis maka anda harus mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan terlebih dahulu.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply