Aturan Baru: Pembayaran Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Maksimal 24 Bulan

ketentuan bayar tunggakan terbaru

BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan dari Pemerintah yang wajib diikuti oleh semua warga negara Indonesia dan warga asing yang tinggal di Indonesia lebih dari 6 bulan.

Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online melalui situs resmi BPJS Kesehatan atau secara offline dengan mendatangi kantor cabang didaerah masing-masing, syarat untuk mendaftar yaitu membawa KTP, KK, Buku Tabungan, dan foto 3×4.

Kewajiban Peserta setelah mendaftar yaitu membayar iuran kelas sesuai dengan kelas kepesertaan yang dipilih sebagai berikut :

  1. kelas 1 Rp80.000,
  2. kelas 2 Rp51.000
  3. kelas 3 Rp25.500.

Khusus bagi peserta PBI maka biaya iurannya akan ditanggung pemerintah (baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat), sedangkan untuk pekerja penerima upah (PPU) maka biaya iurannya sebagian akan ditanggung oleh perusahaan tempat bekerja.

Peraturan BPJS 2019: Pembayaran Tunggakan Iuran Maksimal 24 Bulan

Pemerintah melakukan perubahan terhadap Perpres no.19 tahun 2016 yang berkaitan dengan pembayaran tunggakan, sebelumnya peserta yang menunggak wajib bayar iuran maksimal 12 bulan + 1 bulan yang artinya telat bayar 5 tahun cukup bayar 12 bulan+1 bulan depan.

Sejak 18 Desember 2018 lalu, peraturan yang berkaitan tentang pembayaran tunggakan telah dirubah sesuai dengan Perpres No. 82 Tahun 2018, dimana peserta yang menunggak maka wajib bayar tunggakan iuran maksimal 24 bulan atau 2 tahun.

Artinya jika peserta telat atau menunggak bayar iuran lebih dari 2 tahun, contohnya: telat bayar 3 tahun maka yang wajib dibayar adalah 24 bulan saja. Tapi kalau telat dibawah 2 tahun maka bayar sesuai dengan bulan yang menunggak.

Peserta Menunggak Status Dihentikan Sementara

Perlu diketahui bersama bahwa, peserta memiliki kewajiban bayar iuran setiap bulan sesuai dengan kelas yang dipilih. Apabila peserta telat dalam membayar iuran maka status kepesertaannya akan dihentikan sementara, sehingga tidak bisa digunakan untuk berobat sampai tunggakan dilunasi.

Pada saat tunggakan telah dilunasi oleh peserta yang menunggak maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali dan bisa digunakan untuk berobat. Namun, karena anda belum 45 hari sejak diaktifkan maka akan dikenakan biaya selisih jika menjalani rawat inap.

Baca Disini: Rawat Inap

Ketentuan Biaya Selisih Rawat Inpa untuk Pasien Menunggak

Biaya selisih yang harus dibayar peserta ketika menjalani rawat inap sebelum 45 hari sejak setelah status diaktifkan sebesar 2.5% dari biaya rawat inap atau maksimal Rp30juta, hal ini ditetapkan karena agar adil.

Jangan sampai karena butuh BPJS Kesehatan baru daftar atau mengaktifkan status BPJS Kesehatan, tapi dikala sehat enggan untuk mengaktifkan dan membayar iuran setiap bulan, padahal sistem yang diterapkan di BPJS Kesehatan adalah Gotong Royong.

Dengan gotong royong semua tertolong, karena dengan prinsip ini itu artinya peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit. Iuran yang dibayarkan oleh semua peserta akan digunakan untuk membiayai peserta yang sedang sakit.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai aturan terbaru bpjs tentang pembayaran tagihan iuran yang menunggak. Semoga anda dan keluarga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Amiin!1


Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.