Prosedur Pelayanan Kesehatan Gawat Darurat BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada peserta untuk bisa mendapatkan jaminan kesehatan, untuk bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS, peserta supaya mengikuti aturan dan prosedur yang telah dibuat, yaitu berobat dengan sistem rujukan, dimana ketika peserta sakit maka diharapkan berobat ke faskes 1 terlebih dahulu.

Kecuali jika peserta sakit dalam keadaan darurat sehingga membutuhkan pertolongan secepatnya. Tapi kita harus tahu darurat seperti apa yang dimaksud BPJS Kesehatan. Karena belum tentu menurut kita pribadi darurat tapi dalam medis hal itu belum masuk kategori darurat maka perlu memahami nya terlebih dahulu, agar tidak salah. Karena jika ternyata tidak masuk kondisi darurat dan anda berobat tanpa ke faskes 1 maka, bpjs tidak menanggung biaya berobat pasien.

Jika benar – benar kondisi pasien dalam keadaan gawat darurat dan lekas membutuhkan pertolongan ikuti prosedur yang berlaku :

  • Peserta dapat dilayani di Faskes tingkat pertama maupun Faskes tingkat lanjutan (Rumah Sakit) yang bekerjasama maupun yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
  • Pelayanan harus segera diberikan tanpa diperlukan surat rujukan.
  • Peserta yang mendapat pelayanan di Fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan harus segera dirujuk ke Fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan setelah keadaan gawat daruratnya teratasi dan pasien dalam kondisi dapat dipindahkan.
  • Pengecekan validitas peserta maupun diagnosa penyakit yang termasuk dalam kriteria gawat darurat dilakukan oleh Fasilitas kesehatan
  • Fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya.

Biaya atas pelayanan gawat darurat yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan yang tidak menjalin kerjasamadengan BPJS Kesehatan ditagihkan langsung oleh Fasilitas kesehatan kepada BPJS Kesehatan. Fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya pelayanan kegawatdaruratan kepada Peserta.

Prosedur Pelayanan Gawat Darurat di Faskes yang Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan

  • Pada keadaan gawat darurat (emergency), seluruh Fasilitas kesehatan baik yang bekerjasama maupun yang tidak bekerjasama dengan dengan BPJS Kesehatan, wajib memberikan pelayanan kegawatdaruratan sesuai indikasi medis
  • Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes tingkat pertama dapat diberikan pada Faskes tempat peserta terdaftar maupun bukan tempat peserta terdaftar.
  • Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes tingkat pertama maupun lanjutan mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku

Pada keadaan gawat darurat (emergency), seluruh fasilitas kesehatan baik yang bekerjasama maupun yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, wajib memberikan pelayanan kegawatdaruratan sesuai indikasi medis

Prosedur Pelayanan Gawat Darurat di Faskes Tingkat pertama dan Faskes Rujukan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

  • Pada kasus gawat darurat peserta BPJS dapat langsung mendapatkan pelayanan di Faskes terdekat meskipun Faskes tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • Pelayanan gawat darurat di Faskes rujukan dapat langsung diberikan tanpa surat rujukan dari Faskes tingkat pertama.
  • Peserta melaporkan status kepesertaan BPJS Kesehatan-nya kepada Fasilitas kesehatan dalam jangka waktu: 1). Pelayanan rawat jalan: pada saat diberikan pelayan gawat darurat. 2). Pelayanan rawat inap: pada saat diberikan pelayan gawat darurat atau sebelum pasien dirujuk ke Faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
  • Faskes memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan dengan cara: 1) Faskes mengakses master file kepesertaan melalui: (a) website BPJS Kesehatan yaitu www.bpjs-kesehatan.go.id; (b) sms gateway; dan (c) media elektronik lainnya. 2) Apabila poin (1) tidak dapat dilakukan maka Faskes menghubungi petugas BPJS Kesehatan melalui telepon atau mendatangi kantor BPJS Kesehatan
  • Jika kondisi kegawatdaruratan peserta telah teratasi dan dapat dipindahkan, maka harus segera dirujuk ke Fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
  • Apabila kondisi kegawatdaruratan pasien sudah teratasi dan pasien dalam kondisi dapat dipindahkan, tetapi pasien tidak bersedia untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka biaya pelayanan selanjutnya tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan. Faskes harus menjelaskan hal ini kepada peserta dan peserta harus menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung biaya pelayanan selanjutnya
  • Penanganan kondisi kegawatdaruratan di Faskes yang tidak bekerjasama ditanggung sebagai pelayanan rawat jalan kecuali kondisi tertentu yang mengharuskan pasien dirawat inap.
  • Kondisi tertentu yang dimaksud diatas adalah sebagai berikut: 1) Tidak ada sarana transportasi untuk evakuasi pasien. 2) Sarana transportasi yang tersedia tidak memenuhi syarat medis untuk evakuasi 3) Kondisi pasien yang tidak memungkinkan secara medis untuk dievakuasi, yang dibuktikan dengan surat keterangan medis dari dokter yang merawat.
  • Bagi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan sudah teratasi serta dapat dipindahkan akan tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan, maka pasien dapat dirujuk ke Faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan menggunakan ambulan yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Prosedur Gawat Darurat BPJS Kesehatan

Prosedur Gawat Darurat BPJS Kesehatan

Bagaimana jika kondisi pasien tidak termasuk dalam kriteria gawat darurat sesuai ketentuan BPJS Kesehatan?

Sesuai dengan Perpres Nomor 12 tahun 2013 pasal 25 huruf b, bahwa pelayanan yang tidak dijamin adalah pelayanan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam kondisi gawat darurat. Oleh karena itu jika pasien tidak dalam kondisi gawat darurat, maka biaya pelayanan pasien tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Apakah diperbolehkan klaim perorangan untuk pelayanan gawat darurat di Faskes yang tidak bekerjasama?

Sesuai dengan Perpres Nomor 12 tahun 2013 pasal 40, bahwa untuk pelayanan gawat darurat di Faskes yang tidak kerjasama, biaya pelayanan ditagihkan langsung oleh fasilitas kesehatan ke BPJS Kesehatan dan tidak diperkenankan menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta, sehingga tidak ada klaim perorangan dari peserta ke BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Definisi Darurat Medis dalam BPJS Kesehatan

Baca Juga : Kriteria Gawat Darurat Menurut BPJS Kesehatan

 

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply