Penjelasan Denda Rp30 Juta bagi Peserta yang Menunggak Bayar Iuran BPJS

denda peserta menunggak 30 juta

Sejak 1 April 2016, BPJS Kesehatan telah memperbaharui peratuan mengenai kenaikan iuran dan perubahan peraturan lainnya salah satunya adalah mengenai ketentuan denda keterlambatan bayar bagi peserta bpjs. Dimana sebelumnya, peserta yang menunggak atau telat bayar iuran akan dikenakan denda 2% per bulan yang tertunggak, pada peraturan yang baru Perpres No. 19/2016 denda tersebut dihapus.

Kepala Grup Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, Ikhsan  menjelaskan berdasarkan Peraturan baru yang telah diterbitkan oleh BPJS Kesehatan dalam perpres No. 19 Tahun 2016 Pasal 17A.1, dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang dia peroleh,” terlansir pada laman Bisnis.com

Peserta yang menunggak akan dikenakan denda 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan setiap bulan tertunggak dengan ketentuan yang telah diatur dalam peraturan yaitu jumlah bulan tertunggak maksimal 12 bulan dan besaran denda paling tinggi Rp30 juta.

Peserta yang terlambat bayar iuran lebih dari 1 bulan sejak tangal 10 jatuh tempo maka status kepesertaannya akan di nonaktifkan / diberhentikan sementara. Untuk mengaktifkan keanggotan bpjs yang diblokir cukup bayar iuran yang tertunggak dan bulan berjalan.

Ketika status kembali telah diaktifkan, dan jika dalam waktu 45 hari kedepan sejak status kepesertaannya diaktifkan kembali peserta menjalani rawat inap di rumah sakit, maka peserta akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari biaya pelayanan dikali bulan tertunggak (Batas maksimal denda Rp30 juta).

Contoh : Jika peserta BPJS Kesehatan kelas I menunggak 5 bulan, maka dia harus membayar Rp80.000/bulan x 5 bulan = Rp400.000. Peserta juga harus membayar iuran pada bulan berjalan, yaitu sebesar Rp80.000. Sehingga total iuran yang harus dibayarkan agar status kepesertaannya dapat diaktifkan kembali adalah Rp480.000.

Selanjutnya, pada hari ke-5 sejak kepesertaannya aktif kembali, peserta dirawat inap di rumah sakit dan menjalani operasi jantung dengan biaya Rp55.871.700 sesuai tarif INA CBG’s.

Karena peserta dirawat inap dengan kondisi masih dalam waktu kurang dari 45 hari sejak kepesertaannya diaktifkan kembali, sebagaimana yang ditetapkan dalam Perpres tersebut, maka peserta dikenai denda 2,5%.

Sehingga, lanjutnya, peserta wajib membayar denda sebesar 2,5% x 5 bulan tertunggak x Rp 55.871.700 = Rp 6.983.962.

Dalam keterangan tersebut juga menyatakan ketentuan pembayaran iuran dan denda tersebut dikecualikan untuk peserta yang tidak mampu, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. Adapun, demikian keterangan tersebut, ketentuan itu mulai berlaku pada 1 Juli 2016.

Tambahan dari Kami :

#Menurut PanduanBPJS.com Kenapa ini dilakukan? Karena kami melihat masih banyak peserta BPJS yang menunggak dan akan membayar tunggakan untuk mengaktifkan kenaggotaan ketika ingin berobat menggunakan BPJS agar dapat dicover BPJS. Padahal, BPJS dibentuk secara gotong royong (yang sehat membantu yang sakit) jadi Sehat atau Sakit tetap membayar iuran BPJS.

 

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...
  1. .: Karena kami melihat masih banyak peserta BPJS yang menunggak dan akan membayar tunggakan untuk mengaktifkan keanggotaan ketika ingin berobat menggunakan BPJS agar dapat dicover BPJS, == bagus…hajar aja terus dengan sanksi – sanksi bagi yang gak mau gotong royong yaa….. emang hebat dah negara ku…

  2. Saya mau bertanya
    Saya ingin mencairkan jamsostek saya di karenakan butuh dana.
    Tp saat saya ingin mencairkan tetapi kartu sy msh aktif karna ada tunggakan yg blm d setor oleh perusahaan.tetapi stts saya sudah mengunturkan diri & perusahaan bnyk alasan untuk tdk mmbayarkan.sy sudah brbicara dgn bag Hrd…tp sll jawabnya iyaa iyaa iyaa smpai skrng krtu jamjostek sy msh aktif.

    Tolong apa yg harus saya lakukan untuk menon aktifkan kartu jamsostek sy…sedangkan smua syarat2 untuk pencairan sudah lengkapa +ttd & cap dr Depnaker.

    Thx

  3. sumiati tri

    Saya kan daftar bpjs untuk 4 orng( ayah,ibu,saya dan adik saya) untuk kelas 2, apakah setiap bulanya saya harus bayar 204.000? Terus gmna kalo saya setiap bulan tidak membayarnya apakah saya kena denda? Sedangkan kartu bpjs belum pernah dipakai ? Dan bisakah saya udah mendaftar terus saya minta di blokir kartu bpjs saya ? Mohon penjelasanya terimakasih.

Leave a Reply