Faskes Wajib Memberikan penanganan Pertama jika Peserta Mengalami Kondisi Gawat Darurat

Setiap peserta BPJS memiliki sebuah hak dan kewajiban, hak nya adalah mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan berupa pertanggungan biaya berobat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sedangkan kewajibannya adalah membayar iuran setiap bulan sesuai dengan kelas yang dipilih dan tidak boleh telat.

Apabila telat maka status bpjs akan dinonaktifkan dan kartu tidak bisa digunakan sampai tunggakan iuran dibayarkan. Misalkan, peserta BPJS telat selama 6 bulan (tidak bayar iuran) maka peserta memiliki tagihan sebesar iuran x jumlah bulan yang telat. Apabila peserta terdaftar dikelas 1 (Rp80.000) maka iuran yang harus dibayar Rp80.000 * 6 =Rp480.000 perorang. Jika ada anggota keluarga yang telah maka cara menghitungnya sama maka ditambahkan saja.

Baca Juga : Cara Hitung Telat Bayar Iuran

Kondisi Gawat Darurat

Kondisi Gawat Darurat

Peserta yang ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan maka wajib mengikuti prosedur yang berlaku, yaitu peserta harus berobat ke fasilitas kesehatan tinggat pertama terlebih dahulu (puskesmas/klinik) yang tercantum pada kartu Peserta. Jika faskes 1 tidak mampu menangani karena sesuatu hal maka akan dirujuk ke faskes lanjutan (rumah sakit).

Sedangkan bagi peserta BPJS yang mengalami kondisi gawat darurat maka peserta bisa langsung dibawa ke Rumah Sakit. Setiap Faskes yang didatangi oleh peserta BPJS yang mengalami kondisi gawat darurat maka wajib memberi penanganan pertama kepada pasien. Jika rumah sakit menolak maka anda dapat melaporkan kepada BPJS Kesehatan. 

Saat datang ke Rumah Sakit maka siapkan beberapa persyaratan administrasi nya seperti membawa kartu keluarga, membawa KTP, membawa kartu peserta BPJS yang masih aktif. Apabila ternyata peserta BPJS memiliki tunggakan maka harus melunasi tunggakan terlebih dahulu..

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...


Tinggalkan Komentar