BPJS Kesehatan Akan Langsung Menonaktifkan Status Keanggotaan Peserta yang menunggak Bayar Iuran

Peserta Menunggak Akan di Nonaktifkan

Sebelumnya peserta yang menunggak bayar iuran akan mendapatkan sanksi atau denda 2% , namun peraturan itu telah dirubah berdasarkan peraturan presiden (perpres) No 19 Tahun 2016 tentang jaminan kesehatan, yang menyatakan bahwa BPJS Kesehatan akan langsung menonaktifkan status kepesertaan peserta yang menunggak bayar iuran. 

Ketika peserta BPJS telah membayar iuran terhitung sejak tanggal 10 pada bulan bersangkutan maka status kepesertaannya akan langsung di nonaktifkan. Status kepesertaannya akan di aktifkan kembali ketika peserta yang bersangkutan melunasi tunggakan iuran yang belum dibayar. Dan ketika status kepesertaannya telah diaktifkan maka dalam waktu 45 hari sejak pengaktifan tersebut peserta tidak boleh menggunakan layanan bpjs.

Baca Juga : Aturan Baru tentang Denda Bagi Peserta yang Menunggak !

Jika ternyata peserta menggunakan BPJS Kesehatan dan menggunalayan layanan rawat inap maka peserta akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan tersebut dikalikan dengan bulan yang tertunggak, memang jumlahnya jumlah dendanya jika dihitung jadi lebih besar.

Contoh : Apabila anda sebagai peserta BPJS Kesehatan yang menunggak bayar iuran selama 3 bulan, dan anda berobat menggunakan bpjs dengan biaya pelayanan kesehatan Rp 500 ribu maka denda yang harus dibayar adalah Rp 1.500.000

Peserta akan dikenakan denda maksimal yaitu 12 kali atau 12 bulan atau dengan jumlah denda maksimal Rp30 juta, jadi denda tidak lebih dari Rp30 juta. Khusus bagi peserta pekerja penerima upah (PPU), pembayaran iuran dan denda akan ditanggung pemberi kerja.

Dengan adanya denda seperti ini harapannya masyarakat dapat semakin sadar terhadap kewajibannya untuk membayar iuran peserta tepat waktu untuk saling bergotong royong membantu yang lemah.

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Comments are closed.