Aturan Baru Bagi Peserta yang menunggak Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Aturan Baru BPJS Kesehatan

Bagi peserta BPJS Kesehatan memiliki kewajiban untuk membayar iuran sesuai dengan kelas bpjs masing – masing, iuran harus sudah dibayar sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Diharapkan peserta dapat membayar iuran tepat pada waktunya, atau bahkan jangan sampai menunggak berbulan-bulan.

Jika peserta telat membayar atau menunggak bayar iuran BPJS Kesehatan maka peserta akan mendapatkan sanksi, sebelumnya peserta yang menunggak akan dikenakan denda 2%, sekarang aturan telah dirubah sejak 1 Juli 2016 sesuai dengan Perpres Nomor 19 tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan Nasional.

Jika peserta menunggak bayar iuran maka status keanggotaannya akan di non aktifkan sementara (tidak dapat digunakan) sampai yang bersangkutan melunasi tunggakannya. Selain itu juga pemerintah telah menetapkan aturan baru , dimana peserta akan dikenakan sebuah sanksi.

Apa itu sanksi pada Aturan Baru yang telah dibuat? Aturan Baru yang telah dibuat berkenaan dengan peserta yang menunggak membayar iuran peserta. Denda 2% sudah tidak ada lagi, akan tetapi dalam peraturan yang baru BPJS Kesehatan akan memberikan sanksi kepada peserta yang menunggak dan telat bayar iuran.

Pemerintah menyiapkan 2 sanksi, Pertama peserta bpjs yang menunggak tidak diperkenankan (dilarang) menggunakan layanan BPJS Kesehatan dalam jangka waktu 45 hari sejak pelunasan tunggakan. Jika Jika peserta teap menggunakan layanan bpjs sebelum 45 hari sejak pelunasan tunggakan maka akan dikenakan denda pelayanan sebesar 2,5% dari rawat inap.

Besaran denda tersebut akan dibebankan pada mereka yang menggunakan layanan BPJS kesehatan untuk layanan rawat inap. Sementara, layanan rawat jalan tetap akan free. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan masyarakat agar selalu taat dalam membayar iuran. Sehingga, bisa bersama-sama saling membantu.

 

Anda dapat mengirimkan Pertanyaan - Pertanyaan Seputar BPJS Kesehatan di DISINI...




loading...

Leave a Reply